Mengenal Penyakit dan Gejala Kencing Manis

Penyakit Kencing Manis. Penyakit diabetes menjadi salah satu yang paling banyak ditakuti oleh masyarakat saat ini, hal ini terjadi karena penyakit ini menyerang siapa saja yang dan tak mengenal usia. Terlebih jika seseorang mengalami kencing manis atau diabetes karena faktor keturunan. Hal ini telah diketahui oleh umum bila keturunan diabetes memiliki resiko lebih besar untuk mengidap penyakit kencing manis.
Gejala Kencing Manis
(c) pixabay
Sebelum lanjut pada gejala penyakit kencing manis, terlebih dahulu penulis akan menjelaskan mengenai asal dari penyakit kencing manis ini. Jadi penyakit kencing manis adalah penyakit akibat kelebihan kadar gula dalam darah dan mengganggu sistem metabolisme tubuh sehingga mengakibatkan pankreas tidak bisa memproduksi hormon insulin berdasar pada kebutuhan tubuh. Glukosa menjadi sangat penting karena glukosa menjadi salah satu sumber energi bagi tubuh terutama otot dan jaringan untuk memberikan energi utuh saat melakukan aktivitas. Glukosa yang berjumlah berlebihan dalam tubuh justru bisa membuat gangguan dalam sistem metabolisme manusia. Sehingga bagi mereka yang mempunyai kadar berlebih menderita penyakit kencing manis. Benar adanya bahwa air kencing seorang yang menderita diabetes mengandung gula dalam jumlah banyak.

Bahayanya lagi adalah kencing manis tidak hanya menyerang manusia dewasa, melainkan juga menyerang mereka yang masih berusia anak-anak. Untuk itulah diharapkan agar Anda rajin memeriksakan anak ke dokter bila salah satu dari Anda atau keturunan keluarga Anda adalah pengidap diabetes. Lalu apa saja gejala umum yang biasa dirasakan oleh penderita kencing manis ? Berikut adalah uraiannya.


Gejala Penyakit Kencing Manis


  1. Gejala pertama dari pengidap diabetes adalah frekuensi buang air kencing lebh sering daripada sebelumnya. Jadi dalam waktu yang tidak lama biasanya pengidap akan lebih sering masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil.

  2. Selanjutnya adalah merasakan haus dan lapar dalam jarak waktu dekat. Entah mengapa hal ini justru terjadi pada penderita diabetes. Memiliki keinginan untuk banyak minum dan makan.

  3. Gejala yang paling bisa dilihat dari penderita kencing manis adalah rasa kantuk berlebih. Bagi penderita diabetes biasanya merasakan rasa kantuk luar biasa, tidak seperti hari-hari dimana mereka belum memiliki kelebihan glukosa dalam darah. Sehingga penderita kencing manis lebih sering tidur. Hal ini juga dirasakan karena adanya rasa lemah dalam tubuh untuk selalu beristirahat dan malas melakukan kegiatan yang sedikit berat.

Untuk informasi saja bahwa kencing manis memiliki beberapa tingkatan, mulai dari kencing manis ringan hingga tergolong pada kencing manis dengan glukosa yang sangat banyak. Seperti diabetes mellitus, diabetes tahap 1 dan diabetes tahap 2. Dimana pada masing-masing tingkatan diabetes memiliki gejala yang berbeda dan efek yang berbeda bagi si penderita.

Untuk diabetes mellitus adalah jenis penyakit kencing manis ringan yang dimungkinkan si penderita tidak mengalami beberapa gejala diatas, karena pada dasarnya yang tergolong pada kencing manis tahap ini, kadar gula dalam darah tidak terlalu banyak, hanya saja sudah melampaui batas normal dan akan lebih baik jika Anda segera melakukan pengobatan untuk membantu insulin bekerja normal kembali.

Sedangkan untuk diabetes tahap 1 biasanya menyerang mereka yang masih anak-anak. Faktor utama dari terjadinya diabetes tahap 1 adalah karena faktor genetik. Ciri-ciri yang bisa mengindikasi adanya diabetes tahap 1 pada anak Anda adalah mereka lebih sering buang air kencing dan merasa haus. Setelah itu mereka akan lebih sering kelelahan dan memiliki berat badan rendah. Rasa lelah yang ditimbulkan dari adanya gangguan glukosa yang tidak mampu mengubah menjadi energi dan justru membaur dengan darah yang mengakibatkan kencing manis.

Sedangkan diabetes tahap 2 memiliki beberapa gejala seperti adanya rasa kesemutan pada kaki dan frekuensinya cukup sering, kemudian berat badan rendah serta bila terjadi luka basah akan sukar mengering. Jadi pada intinya glukosa yang berlebih dalam darah membuat insulin tidak mampu menghasilkan hormon yang dibutuhkan tubuh, gula darah tersebut bukan membentuk energi untuk tubuh melainkan bercampur dengan darah yang menyebabkan pankreas sukar mengeluarkan hormon insulin dan pada akhirnya gula tersebut meracuni darah dan menyebabkan kencing manis.