Kenali Gejala Penyakit Kista Ovarium

Penyakit Kista. Kista ovarium memang bukan seperti penyakit yang sangat membahayakan pada tubuh wanita, karena sebagian kasus ditemukan umunya kista akan menghilang dengan sendirinya pada tubuh wanita. Meski begitu, ada kista yang membahayakan bagi para wanita yakni kista yang memiliki ukuran yang semakin membesar dan memiliki potensi tinggi untuk ruptur atau bisa disebut pecah.
Penyakit Kista Ovarium
(c) wikipedia
Maka dari itu cairan yang terdapat di dalam kantung-kantung akan mudah menyebar ke bagian tubuh si penderita. Oleh sebab itu hal tersebut menjadi sangat penting sekiranya anda mengetahui cara dalam mengatasi kista ovarium yang rupture, terasa sakit ataupun pecah, sehingga cara mengobati kista dengan simple yang tidak membahayakan kesehatan perlu anda ketahui sebagaimana yang dipaparkan dari bidanku.com. Adapun 5 cara mengatasi kista ovarium pecah (rupture) yang bisa Anda lakukan sebelum terlambat melakukan pengobatan.

Penyakit Kista


  1. Pelajari Sifat Kista Ovarium
    Beberapa diantara wanita yang kerap mengalami kista ovarium mengalami rasa nyeri pada bagian perut bawah. Pada umumnya kista merupakain sebuah kelainan yang ada pada ovarium yang berisikan cairan di dalam kantung kantung. Saat kista ini pecah, kista dapat cukup mengancam jiwa penderita. Walaupun dalam beberapa kasus, kista juga akan hilang dengan sendirinya tanpa adanya pengobatan. Maka sangat penting sekali untuk anda mengetahui sifat kista ovarium dengan cara berkonsultasi dengan dokter.

  2. Jadilah Sadar Gejala
    Untuk mengurangi resiko kista ovarium pecah, sebaiknya mengertilah gejala yang mungkin mengindikasikan kista ovarium akan pecah termasuk rasa sakit atau sakit di sekitar panggul, nyeri ketika hubungan seksual, rasa mual dan ingin muntah, bahkan nyeri pada payudara, merasakan kepenuhan di sekitar perut dan tekanan dubur. Jika Anda merasakan salah satu dari gejala tersebut, hubungi dokter supaya segera mendapatkan hasil pemeriksaan serta penanganan yang tepat.

  3. Bertindak Cepat
    Ketika ovarium kista pecah atau ruptur, maka sangat dianjurkan untuk melakukan penilaian secara medis sesegera mungkin untuk menilai kerusakan serta komplikasi lain yang akan mungkin terjadi pada tubuh. Ada pula kebutuhan mendesak untuk mendapatkan situasi stabil sehingga perawatan medis yang tepat dapat mengurangi kemungkinan cedera. Apabila gejala tidak parah, berobat ke dokter kandungan Anda agar mendapatkan pengujian dan intervensi yang tepat.

  4. Pengujian untuk Menilai Kerusakan
    Pengujian untuk kemungkinan pecahnya kista ovarium juga dapat mencakup pemeriksaan pada USG atau laparoskopi dalam menilai ovarium dan tuba fallopi yang diderita oleh pasien. USG merupakan prosedur yang dengan menggunakan gelombang suara guna menilai struktur dan jaringan. Selama tahap laparoskopi, dokter akan membuat sebuah sayatan kecil pada perut untuk memeriksa kista yang mengidap di pasien sehingga akan membantu dalam menentukan hasil pemeriksaan.

  5. Memikirkan Pembedahan
    Perlakuan yang juga mungkin dibutuhkan tergantung pada ukuran dan tipe penyakit kista, usia penderita serta gejala yang timbul. Jika Anda tidak mempunyai gejala tetapi USG memberikan info bahwa Anda memiliki kista dengan isi cairan, maka dokter dapat menyarankan Anda untuk menindak lanjuti dengan proses selanjutnya yaitu sonogram secara rutin agar dapat menilai perubahan dalam ukuran kista. Untuk mencegah kista di masa mendatang, dokter mungkin memberi atau meresepkan pil KB, yang pastinya akan menurunkan risiko untuk mengembangkan kanker ovarium. Tapi Jika kista cukup besar untuk menyebabkan rasa sakit dan gejala lainnya, anda mungkin perlu untuk melakukan pembedahan. Ingat bahwa adanya diagnosis yang cepat sertaperawatan terukur meningkatkan peluang Anda untuk hasil yang sukses.